Minggu, 22 November 2015

10 Tempat Wisata Wajib Dikunjungi di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang dikenal dunia akan kekayaan alam dan warisan seni dan budaya yang beragam. Turis mancanegara baik dari Asia dan Eropa terus berdatangan untuk mengeksplorasi tempat wisata Indonesia.
 Berikut 10 Tempat Wisata Indonesia Wajib Dikunjungi
1. Raja Ampat Papua
10 Tempat Wisata Indonesai Wajib Dikunjungi
Raja Ampat atau “Empat Raja” memiliki 4 pulau besar dan cantik yaitu Waigeo, Salawati, Batanta, Misool. Raja Ampat memiliki 540 jenis karang, 1.511 spesies ikan serta 700 jenis moluska menjadikan Raja Ampat sebagai surga wisata bahari dunia. Aktifitas Snorkeling, Diving adalah cara menikmati wisata bahari Raja Ampat dengan lebih sempurna.
2. Wisata Laut Bunaken
10 Tempat Wisata Indonesai Wajib Dikunjungi Taman laut Bunaken
Terletak di Provinsi Sulawesi Utara, Anda bisa menikmati wisata laut dengan Snorkeling, Diving melihat keindahan alam bawah laut seperti terumbu karang dan beragam jenis ikan yang memiliki warna warni cantik di Taman Laut Bunaken.
3. Pulau Lombok
10 Tempat Wisata Indonesai Wajib Dikunjungi Lombok
Dekat dengan Pulau Dewata Bali yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Lombok memiliki wisata alam pantai yang menakjubkan. Anda bisa menikmati keindahan pantai di Pulau Gili (Gili Air, Gili Tarawangan, Gili Meno) dengan pasir putih indah menghampar. Ada Pantai Sengigi di pesisir barat pulau Lombok yang sangat terkenal. Banyak objek wisata lainnya seperti Batu Bolong, Batu Layar,  Taman Nardama, Pantai Sekotong yang bakalan membuat liburan Anda sangat menyenangkan
4. Wakatobi
10 Tempat Wisata Indonesai Wajib Dikunjungi Wakatobi
Berada di Laut Banda Sulawesi Tenggara, Wakatobi menyuguhkan keindahan bawah laut  yang memiliki 750 koral dan 900 spesies biota laut. Wakatobi menjadi objek wisata unggulan bagi para penyelam kelas dunia. Tanpa menyelam, Anda bisa menikmati keindahan terumbu karang dan melihat ikan-ikan dari permukaan laut yang jernih.
5. Pulau Bali
10 Tempat Wisata Indonesai Wajib Dikunjungi Bali
Bali telah terlebih dahulu dikenal dunia. Pantai Kuta, Sanur, DreamLand, Pandawa,  Nusa Dua, Jimbaran, Tanah Lot, Virgin Karangasem Bali, Menjangan Bali Barat, Ubud, Uluwatu dan banyak lagi pantai dan objek wisata pantai dan budaya yang menarik yang bisa Anda kunjungi di Bali dengan berbagai maskapai ini
6. Pulau Pink Komodo
10 Tempat Wisata Indonesai Wajib Dikunjungi Pink Beach Komodo
Tahun 1986, UNESCO menetapkan sebagai situs warisan dunia untuk tempat habitat asli Komodo. Tahun 2011 Komodo masuk dalam 7 keajaiban alam di dunia atau New Seven Wonders of Nature. Yang menarik dari Pulau Komodo adalah Pink Beach atau Pantai Merah Muda. Warna Pasir yang kemerahan ini diduga berasal dari serpihan koral yang hancur bercampur pasir pantai.
7. Candi Borobudur
10 Tempat Wisata Indonesai Wajib Dikunjungi Candi Borobudur
Merupakan Candi Buddha terbesar di dunia dan ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia pada tahun 1991. Sir Thomas Stamford Raffles tahun 1814 menemukan Candi Borobudur setelah terkubur abu vulkanik akibat letusan Gunung Merapi. Candi Borobudur sangat ramai setiap perayaan Waisak pengunjung Indonesia dan negara luar seperti Tibet dan Thailand.
8. Gunung Bromo Tengger Semeru
10 Tempat Wisata Indonesai Wajib Dikunjungi Bromo
Bromo merupakan gunung api aktif dan menjadi salah satu icon wisata Jawa Timur yang memiliki pemandangan yang spektakuler. Memiliki luas pasir laut 5.250 hektar dan ketinggian 2392 m dpl, Bromo menjadi salah satu Spot untuk menikmati keindahan matahari terbit dan terbenam.
9. Danau Toba
10 Tempat Wisata Indonesai Wajib Dikunjungi Danau Toba
Berada di Pulau Sumatera dikelilingi pegunungan hijau, merupakan danau berkawah seluas 1.145 kilometer persegi dan juga  Danau terluas di Asia Tenggara sekaligus ke-2 di dunia setelah Danau Victoria Afrika. Danau Toba merupakan danau terdalam di dunia yaitu 450 meter. Suku Batak Toba dan  Batak Simalungun berdiam di sekitar Danau Toba di Kota Parapat, mereka dikenal sangat ramah, mudah bergaul, ceria dan suka bernyanyi sembari bermain gitar mendendangkan lagu cinta
10. Belitung
10 Tempat Wisata Indonesai Wajib Dikunjungi Belitung
Belitung dihiasi sektiar 100 pantai yang memiliki pasir yang lebih halus dari pantai di Bali dan Lombok dengan formasi batu granit raksasa di sepanjang perairan. Anda bisa menikmati keindahan bawah laut dengan snorkeling (CT/RC)

Pengertian, Karaktiristik dan Manfaat E-Learning

Pengertian E-Learning

E-Learning
Ilustrasi E-Learning
E-learning adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Berikut beberapa pengertian E-learning dari berbagai sumber:
  1. Pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran (Michael, 2013:27). 
  2. Proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran dengan teknologi (Chandrawati, 2010).
  3. Sistem pembelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk proses belajar mengajar yang dilaksanakan tanpa harus bertatap muka secara langsung antara guru dengan siswa (Ardiansyah, 2013).

Karakteristik E-learning

Menurut Rosenberg (2001) karakteristik E-learning bersifat jaringan, yang membuatnya mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan kembali, mendistribusikan, dan sharing pembelajaran dan informasi.

Karakteristik E-learning menurut Nursalam (2008:135) adalah:
  1. Memanfaatkan jasa teknologi elektronik.
  2. Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan komputer networks)
  3. Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri (self learning materials) kemudian disimpan di komputer, sehingga dapat diakses oleh doesen dan mahasiswa kapan saja dan dimana saja.
  4. Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.

Manfaat E-learning

Manfaat E-learning adalah:
  1. Fleksibel. E-learning memberi fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses perjalanan.
  2. Belajar Mandiri. E-learning memberi kesempatan bagi pembelajar secara mandiri memegang kendali atas keberhasilan belajar.
  3. Efisiensi Biaya. E-learning memberi efisiensi biaya bagi administrasi penyelenggara, efisiensi penyediaan sarana dan fasilitas fisik untuk belajar dan efisiensi biaya bagi pembelajar adalah biaya transportasi dan akomodasi.
Manfaat E-learning menurut Pranoto, dkk (2009:309) adalah:
  1. Penggunaan E-learning untuk menunjang pelaksanaan  proses belajar dapat meningkatkan daya serap mahasiswa atas materi yang diajarkan.
  2. Meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa.
  3. Meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa.
  4. Meningkatkan kemampuan belajar mandiri mahasiswa.
  5. Meningkatkan kualitas materi pendidik dan pelatihan.
  6. Meningkatkan kemampuan menampilkan informasi dengan perangkat teknologi informasi, dimana dengan perangkat biasa sulit dilakukan.

Kelebihan E-learning

Kelebihan E-learning  ialah memberikan fleksibilitas, interaktivitas, kecepatan, visualisasi melalui berbagai kelebihan dari masing-masing media (Sujana, 2005 : 253 ). Menurut L. Tjokro (2009:187), E-learning memiliki banyak kelebihan yaitu :
  1. Lebih mudah diserap, artinya menggunakan fasilitas multimedia berupa gambar, teks, animasi, suara, video. 
  2. Jauh lebih efektif dalam biaya, artinya tidak perlu instruktur, tidak perlu minimum audiensi, bisa dimana saja, bisa kapan saja, murah untuk diperbanyak.
  3. Jauh lebih ringkas, artinya tidak banyak formalitas kelas, langsung pada pokok bahasan, mata pelajaran sesuai kebutuhan.
  4. Tersedia 24 jam/hari – 7 hari/minggu, artinya penguaasaan materi tergantung pada semangat dan daya serap siswa, bisa dimonitor, bisa diuji dengan e-test.

Kekurangan E-learning

Kekurangan E-learning menurut L. Gavrilova (2006:354) adalah pembelajaran dengan model E-learning membutuhkan peralatan tambahan yang lebih (seperti komputer, monitor, keyboard, dsb). Kekurangan E-learning yang diuraikan oleh Nursalam (2008:140) sebagai berikut :
  1. Kurangnya interaksi antara pengajar dan pelajar atau bahkan antar pelajar itu sendiri.
  2. Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya membuat tumbuhnya aspek bisnis/komersial.
  3. Proses belajar mengajar cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan. 
  4. Berubahnya peran pengajar dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT (information, communication, dan technology).
  5. Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet ( mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon, ataupun komputer).
  6. Kurangnya sumber daya manusia yang menguasai internet.
  7. Kurangnya penguasaan bahasa komputer.
  8. Akses pada komputer yang memadai dapat menjadi masalah tersendiri bagi peserta didik. 
  9. Peserta didik bisa frustasi jika mereka tidak bisa mengakses grafik, gambar, dan video karena peralatan yang tidak memadai.
  10. Tersedianya infrastruktur yang bisa dipenuhi.
  11. Informasi dapat bervariasi dalam kualitas dan akurasi sehingga penduan dan fitur pertanyaan diperlukan.
  12. Peserta didik dapat merasa terisolasi.

Minggu, 15 November 2015

Penting mana ? Jilbab Hati dulu atau Jilbab Aurat Dulu ?

Penting mana ? Jilbab Hati dulu atau Jilbab Aurat Dulu ?

“Yang penting hatinya berjilbab dulu…baru memakai jilbab beneran”. “Saya belum berani berjilbab … belum pantas”.
“Sebenarnya sudah pingin sekali berjilbab, Mbak … tapi aku masih seperti ini. Pantaskah?”
Kita mungkin pernah mendengar ungkapan–ungkapan demikian atau yang sejenis. Kemarin, sahabat saya sendiri pun mengatakan hal serupa. Pertanyaan baliknya, “Jika merasa belum pantas mengenakan jilbab, apakah tidak berjilbab akan lebih pantas?”
muslimah-cantik-menujuterang-wordpress-com
Merasa diri masih banyak kekurangan, sah–sah saja. Memang lebih baik demikian daripada merasa diri sudah numero uno, sudah good enough sehingga tidak perlu memperbaiki segala yang masih perlu direnovasi. Kewajiban kita adalah introspeksi diri agar kita tidak termasuk orang–orang yang merugi karena hari ini tidak lebih baik dari kemarin. Tapi untuk urusan berjilbab, ceritanya lain.
Menutup aurat adalah perintah Allah SWT terhadap kaum Hawa. Allah memerintahkan agar kaum wanita menjulurkan jilbabnya menutupi seluruh tubuh. Seperti yang termaktub dalam kedua ayat berikut ini:
“Katakanlah kepada wanita-wanita beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.’” (Qs. An-Nuur: 31)
Dan firman-Nya,
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzaab: 59)
Perintah untuk berjilbab diturunkan oleh Allah SWT untuk melindungi kaum wanita dari gangguan-gangguan yang dapat merusak kemuliaan dan kehormatannya dalam segala aspek kehidupan mengingat wanita identik dengan makhluk lemah yang berliput keindahan. Sebagaimana yang pernah disabdakan oleh Abul Qasim Muhammad bin ‘Abdullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang artinya,
“Wanita itu adalah aurat, jika ia keluar rumah, maka syaithan akan menghiasinya.” (Hadits shahih. Riwayat Tirmidzi (no. 1173), Ibnu Khuzaimah (III/95) dan ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabiir (no. 10115), dari Shahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhuma)
Ketika krenteg dalam hati untuk memakai jilbab sudah muncul, alangkah baiknya jika segera diwujudkan. Menunggu menjilbabi hati, akan sampai kapan? Adakah standard khusus hingga seperti apa hati kita lantas kita sudah disebut layak untuk berjilbab? Sampai hati kita benar–benar seputih salju? Mungkinkah? Malaikat namanya jika tidak berbuat dosa sama sekali. Sedangkan kita, hanya manusia biasa yang melakukan amar ma’ruf, tapi juga melakukan kesalahan dan dosa.
Menjilbabi hati beranalogi dengan khusyu’ dalam shalat. Kita harus khusyu’ ketika mengerjakan shalat. Melupakan segala hal yang bersifat duniawi dan hanya mengingat Allah SWT semata. Tentu saja, sangat sulit dilakukan. Tapi apakah lantas kita berhenti shalat karena merasa belum bisa khusyu? Sebaliknya, kita terus mengerjakan shalat dan sedikit demi sedikit terus belajar agar lebih khusyu’. Jika kita berhenti mengerjakan shalat, maka kita tidak akan tahu seperti apa rasanya khusyu’. Demikian juga hati, semestinya tidak menjadi penghalang ketika kita ingin mengenakan jilbab. Alangkah baiknya jika mulai hari ini kita kenakan jilbab, lalu seterusnya sedikit demi sedikit kita belajar memperbaiki hati kita.
Menjilbabi aurat, sebenarnya adalah menjilbabi hati juga. Mempercantik aurat sama halnya dengan mempercantik hati kita. Saya katakan demikian sebab memakai jilbab adalah perintah paten dari Illahi Rabbi. Tidak bisa ditawar-tawab lagi kecuali bagi wanita–wanita yang tidak terkena kewajiban memakainya. Membayangkan gerahnya berjilbab di saat udara panas, meninggalkan baju–baju bagus yang dimiliki untuk diganti dengan busana muslimah, menutupi rambut dengan selembar jalabib padahal biasanya dipuji–puji orang karena indah berkilau, menutupi leher jenjang yang biasanya menjadi daya tarik tersendiri. Duhh…beratnya. Ketika kita bismillaah memantabkan niat untuk berjilbab, meninggalkan semua yang memperberat langkah untuk berjilbab, artinya kita menangkan satu peperangan besar melawan diri sendiri. Maka bertambah cantiklah hati kita karena sekali lagi kita kalahkan hawa nafsu dan menggantinya dengan bi tho’atillaah.
Jadi, manakah yang didahulukan? Menjilbabi hati atau menjilbabi aurat dulu? Jawabnya mari kita lakukan keduanya bersama–sama sebab ketika kita menjilbabi aurat sebenarnya kita telah satu langkah menjilbabi hati kita.
Berjilbab bukan hanya sebuah identitas fisik sebagai seorang muslimah. Menutup aurat adalah perintah wajib yang merupakan bukti ketaatan terhadap perintah Allah SWT dan Rasul-Nya sebagaimana kewajiban shalat, puasa, haji bagi yang mampu, dan ibadah-ibadah lainnya. Ketika kita ingin menjadi muslimah yang kaaffah, maka sudah seharusnya kita terketuk untuk melaksanakan perintah-Nya, bukan?
Wallahu a’lam bisshawab.